Travel Learning Pertama di Awal Tahun
Sabtu, 17 Januari 2025
Di akhir malam, aku dibangunkan oleh suara tangis bayi mungilku. Aku meraihnya untuk diberikan asi. Aku berusaha menahan kantuk krn alarm pun telah berbunyi, yang tandanya aku harus bersiap2 untuk bermunajat pada Rabb ku dan juga bersiap untuk pengantaran ibu mertuaku ba'da subuh nanti.
30 menit menjelang waktu subuh, aku membangunkan anak2 agar dapat beberes. Alhamdulillah mereka bisa tenang dan dapat diajak kerja sama.
Setelah melaksanakan shalat subuh, abinya anak2 memesan kendaraan taxi online (Maxim) menuju bandara Soekarno-Hatta. Pagi ini cuaca agak dingin, hujan turun ketika kami mendekati lokasi bandara. Aku berdoa agar nanti perjalanan ibu mertuaku dimudahkan dan tidak terjadi delay pesawat. Dengan perjalanan kurang lebih 1 jam, kita langsung ke gate 5 tempat check-in Garuda Indonesia.
Setelah mengambil boarding pass, kita berpisah dengan neneknya anak2. Beliau menuju lounge (ruang tunggu), aku dan keluarga kecilku menuju kalayang (kereta api gratis antar terminal bandara).
Kami sbg ortunya belum pernah naik kalayang. Tapi kali ini, kami mencoba pengalaman ini bersama dengan anak2. Dari terminal 3, kita menuju terminal 2. Krn di terminal 2 lumayan banyak tempat makan. Haha. Mikirin perut dulu gapapa lah ya, Krn ini juga udah waktunya sarapan pagi. Kita menuju tempat makan favorit kami, yaitu Solaria.
Setelah mengisi cadangan energi, kita naik kalayang lagi menuju KA bandara. Niatnya nanti pulang mau naik KAI aja dari bandara. Eh, tau nya pas kita cek harga di loket, wadidau harganya fantastis sekali. Dari bandara ke Manggarai 75rb/ pax. Yaudahlah daripada pusing mikirin itu, kita duduk2 dulu sambil cari opsi lain. Apa tujuan selanjutnya? Mau naik Maxim lagi ke rumah langsung atau gmn? Dan lain2. Ok, kita naik Maxim aja..
Eh, tapi.. pas mau keluar, ternyata ada Transjakarta baru ngetem depan stasiunnya. Tj SH1 bandara Soetta tujuan kalideres. Wah, gas langsung lah naik itu aja. Ok, jadi ganti niat lagi, kita sambil jalan2 aja daripada langsung pulang ke rumah.
Sambil melihat2 pemandangan dan daerah baru, anak2 yang dari tadi menahan kantuk kami tawarkan untuk tidur saja dulu di bus.
Sesampainya di terminal kalideres anak2 dibangunkan, kita naik tj lagi tujuan Monas. Akhirnya sampai juga di halte Monas. Kita mau turun disini atau lanjut ke kota tua aja? Pas banget ada petugas tj yang bersorak, "yang mau ke kota tua naik disini". Lanjuuut.. kita naik bus nya. Mumpung hari libur, kita ke kota tua saja sambil belajar.
Maa syaa Allah, ternyata kita bisa langsung turun di depan museum bank Indonesia 🏦
Ketika memasuki gerbang masuk MuBI, ada bapak satpam yang memberitahukan bahwa ada tiket gratis dengan mengisi form berbentuk QR code yang ditempel di papan pengumuman disamping pos satpam nya. Tiket gratis ini berlaku untuk beberapa kategori. Jadi kita berlima hanya membayar 1 tiket (Krn ummi sudah tidak jadi mahasiswa lagi :) hehe)
Kita menyusui setiap lorong dan area di museum bank Indonesia. Membaca papan2 berisikan tulisan sejarah dan melihat gambar peninggalan masa lalu.
Ada hal yang menjadi perhatian bagiku, Hafshah merasa takut berada di dalam museumnya Krn melihat banyl patung2 disana dan bbrp ruangan yang berlatar gelap. Kesannya seperti masa lalu dan sedikit menyeramkan baginya. Ya, tentu saja di dalam agama kita juga ada pembicaraan ttg ini juga, bahwa malaikat tidak akan memasuki ruangan yang ada patung dan anjing disitu.
Aku berusaha untuk membujuk Hafshah agar tetap mau berjalan memasuki ruangan lainnya, aku mengatakan bahwa disana ada ruangan yang cantik. Dan tentu saja, kamipun terus menyusuri ruangan hingga naik ke lantai kedua. Disana ada pameran ecophillia. Dan menyelesaikan pembelajaran di museum ini.
Waktu telah menunjukkan 11.45 WIB, kamipun keluar dari Museum dan berjalan menuju stasiun KAI Kota Tua yang berada tak jauh dari museum. Sedikit terkena rintikan air hujan, kamipun cepat2 berjalan memasuki stasiun. Mencari tempat duduk yang ternyata sudah byk ditempati orang. Mau masuk kedai kopi tapi kepikiran kalau tadi pagi udah minum manis. Dan akhirnya Abi beli air putih dan roti O. Kita pun masuk ke area tunggu dekat kereta, duduk dan makan disana. Beberapa menit kemudian kami masuk kereta untuk pulang ke Pasar Minggu (rute Jakarta Kota - Bogor).
Sampai di stasiun Pasar Minggu, Abi mencari driver Maxim tujuan GG duren gede 1. Tapi lama sekali dapatnya, mungkin karena waktu itu cuaca sedang kurang bagus. Meski anak2 sudah tidak sabar ingin pulang, mereka tetap bisa mencari cara agar tidak bosan. Mereka mengambil bunga2 didekat stasiun dan menghadiaku bunga2 itu. Maa syaa Allah. Meski bunga2 kecil tapi sangat menyentuh hati ummi.. love you anak2ku
Alhamdulillah sampai juga di rumah dengan selamat. Kami sampai di tujuan dengan badan lelah, tapi hati penuh. Anak2 sudah sangat kelelahan Krn 2 waktu istirahatnya terlewatkan dan tepar lah sudah hingga esok pagii..
=========
Belajar dari Perjalanan, Bukan Sekadar Sampai Tujuan.
Akhirnya travel learning pertama di tahun ini terlaksana.
Anak-anak belajar bahwa perjalanan bukan hanya soal kendaraan, tapi tentang alur, rute, dan pilihan.
1. Naik Kalayang (Gratis)
Dari area bandara, kami naik kalayang.
Ini pengalaman baru bagi anak-anak—melihat bandara dari ketinggian, dan belajar bahwa ada transportasi umum gratis yang bisa dimanfaatkan.
Di sini anak-anak belajar:
- Mengenal jenis transportasi publik
- Menunggu giliran
- Mengamati lingkungan sekitar
2. Istirahat & Makan di Solaria
Kami mampir makan di Solaria.
Bukan sekadar mengisi perut, tapi juga belajar adab makan di tempat umum, memilih menu, dan menunggu pesanan dengan sabar.
3. TransJakarta: Bandara – Kalideres – Monas – Kota Tua
Perjalanan dilanjutkan dengan TransJakarta.
- TJ ke Kalideres (Rp3.500)
- Lanjut TJ ke Monas (Rp3.500)
- Dari Monas langsung ke Kota Tua, dan turun tepat di depan Museum BI. (Ada tiket gratis s&k berlaku dan untuk umum hanya bayar Rp5.000)
Di sinilah perjalanan berubah menjadi kelas berjalan.
Anak-anak melihat ikon kota, mengenal nama halte, dan memahami bahwa satu kartu bisa mengantar ke banyak tempat.
Pelajaran yang didapat:
- Mengenal uang & biaya transportasi
- Membaca arah perjalanan
- Mengenal tempat bersejarah secara nyata
4. Kota Tua – Stasiun Kereta Api
Dari Kota Tua, kami menuju stasiun kereta api.
Sebelum naik kereta, kami berhenti sebentar—makan Roti O sambil rehat.
Momen sederhana, tapi penuh makna: belajar istirahat saat lelah, tidak memaksakan diri, dan menikmati proses.
5. Kereta Menuju Pasar Minggu
Kami naik kereta dengan tujuan Pasar Minggu.
Anak-anak mengamati:
- Orang naik-turun kereta
- Suara rel
- Pintu yang terbuka dan tertutup otomatis
Semua itu adalah pelajaran sensorik yang tidak bisa didapat dari buku.
Belajar Itu Ada di Mana-Mana.
Travel learning hari ini mengajarkan kami satu hal penting:
> Belajar tidak selalu harus duduk, menulis, atau membuka buku.
> Belajar bisa hadir saat berjalan, menunggu, mengamati, dan mengalami.
Anak-anak belajar tentang:
- Transportasi
- Kesabaran
- Uang
- Adab
- Keluarga
- Kehidupan nyata
Dan kami sebagai orang tua, kembali diingatkan bahwa dunia adalah kelas terbesar bagi anak-anak.
----
Selesai ditulis Jum'at 23 Januari 2026
Di malam yang syahdu dengan dinginnya hujan, ditemani anak2 yang tertidur karena menahan sakit demam dan flu. (21.40 WIB)




Komentar
Posting Komentar