Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Anak pendiam lebih mudah jadi sasaran?

Hari ini aku ingin berbagi sebuah kenyataan yang sering kita sebagai orang tua luput menyadarinya. Kita sering merasa bangga ketika anak sopan, tidak banyak tingkah, mudah diarahkan, dan menghormati orang dewasa. Namun dalam banyak kasus grooming, ada satu pola yang selalu muncul: Anak yang baik, patuh, lembut, pendiam, dan tidak pernah menyulitkan siapa pun… lebih berisiko menjadi sasaran. Bukan karena mereka lemah. Tetapi karena: • tidak ingin merepotkan orang lain • takut mengecewakan orang dewasa • mudah percaya dan cepat patuh • tidak berani mengatakan “tidak” ketika tidak nyaman Sifat-sifat ini adalah sifat mulia. Namun dari sisi keselamatan diri, ini bisa membuat mereka lebih rentan. Itulah sebabnya terkadang ada anak yang: • diam meski merasa tidak nyaman dengan seseorang • memberi tanda-tanda kecil, namun kita sebagai orang tua tidak menyadarinya • tiba-tiba berubah perilaku • menyembunyikan cerita karena takut dimarahi atau membuat orang tua sedih Dan inilah karakter yang ser...

Kenapa harus holistik? (Resume webinar)

Pembukaan dan Perkenalan Narasumber Narasumber: 1. Teh Widi adalah praktisi holistik dan natural healing dengan latar belakang pendidikan kedokteran dan berbagai sertifikasi terkait kesehatan tradisional dan hipnoterapi. 2. Mbak Bilqis berasal dari Bandung dan Cimahi. Beliau adalah edukator wellness oral dan tubuh, lulusan kedokteran gigi Universitas Airlangga dan aktif mengedukasi kesehatan jiwa dan tubuh dengan pendekatan gaya hidup sehat dan nilai Islam melalui proyek sehatnya. Pendahuluan Materi oleh dr. Widi: Filosofi Belajar dan Tujuan Pendidikan dr. Widi membuka sesi dengan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar bersama. Beliau menekankan pentingnya proses belajar yang berkesinambungan, bukan hanya sekadar lulus akademis tapi terus menerus belajar di “universitas kehidupan nyata”. Tujuan belajar yang sejati menurutnya adalah untuk mengangkat kebodohan diri sendiri, bukan untuk menjadi lebih pandai menghakimi orang lain. Banyak orang belajar karena tuntutan pekerjaan at...

Toilet Awareness (6m+)

🌿  Toilet Awareness untuk Bayi 6 Bulan ke Atas Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, sebenarnya mereka belum siap untuk toilet training yang sesungguhnya, karena kontrol penuh terhadap kandung kemih baru matang mendekati usia 18–24 bulan. Tapi di usia ini, ibu sudah bisa mulai mengenalkan toilet awareness atau elimination communication (EC) , yaitu proses lembut untuk membuat bayi mengenal sensasi pipis dan BAB, tanpa target harus "lulus" toilet training. Di usia 6 bulan, bayi biasanya sudah mulai bisa duduk dengan bantuan, mulai punya ritme BAB, dan ibu pun mulai hafal bahasa tubuhnya. Pengenalan toilet pada fase ini sifatnya ringan saja. Tidak ada paksaan, tidak ada jadwal yang ketat, hanya memperkenalkan konsep bahwa ada tempat untuk pipis dan BAB, dan tubuh punya ritmenya sendiri. Prosesnya sederhana. Mulailah dari momen-momen yang biasanya pasti: setelah bangun tidur, setelah menyusu, setelah makan MPASI, sebelum mandi, atau saat ibu melihat tanda bayi ingin BAB. Pada ...

Homebirth- kelahiran tenang di rumah

 Kamis, 27 Maret 2025 Sekitar jam 11 siang, aku melakukan treatment pijat hamil di rumah bersama bidan. Sebelum pijat, beliau minta izin utk VT untuk melihat apakah sudah mendekati kelahiran atau belum, Krn usia kehamilan sudah memasuki 39w. (Ternyata yang dilakukan beliau itu adalah membrane sweep, dan aku baru ttg tau ini di tgl 16/11/2025 saat membaca grup VBAC). Setelah pemeriksaan lembut, beliau berkata, “Serviksnya sudah mulai melunak, sudah bukaan dua, tapi belum ada kontraksi ya.” Aku tersenyum lega. Masih ada waktu untuk bersiap lahir secara alami di rumah. Bu bidan kemudian memijat tubuhku perlahan, pijatan hamil yang menenangkan, membuat darah dan energi terasa mengalir lancar. Malam harinya, mucus plug mulai keluar, tapi kontraksi belum juga datang. Aku tetap tenang, memperbanyak doa dan zikir, lalu sore harinya meminta suami utk membelikan nanas dan kurma, dua sahabat kecil para ibu jelang persalinan. 🕊️Jakarta, Jumat, 28 Maret 2025 / 28 Ramadhan 1446 Pagi itu terasa ...

VBAC - kelahiran Abdullah

Bukittinggi, 27 Februari 2022 Menjelang subuh, sekitar pukul tiga pagi, ketika memeluk putri pertamaku yang dalam keadaan panas demam, aku mulai merasakan kontraksi. Awalnya masih lembut, ku pikir ini hanya sakit perut masuk angin karena tidur di lantai atau karena dia menyusu (aku melakukan tandem nursing ketika hamil), lalu ia datang setiap lima belas menit sekali, seperti gelombang kecil yang naik dan turun perlahan. Rasanya masih bisa kutahan, tapi ada perasaan yakin di dada: “Ini kontraksi asli, bukan sakit perut biasa. Sepertinya hari ini waktunya bayiku lahir.” Aku berwudhu, lalu bersiap untuk shalat Subuh. Setelahnya, aku melihat ada lendir bercampur darah — tanda bahwa proses persalinan benar-benar sudah dimulai. Lalu aku katakan pada suami bahwa aku sudah ada tanda2 akan melahirkan. Aku meminta maaf padanya, juga kepada mama dan semua anggota keluarga. Meminta doa tulus dari mereka atas proses kelahiran nanti. Pagi itu udara Bukittinggi terasa segar dan dingin. Alih-alih pani...

Birth Story of My Princess Hafshah

Subuh itu, udara masih sejuk dan gelap ketika aku merasa ada yang berbeda. Ada rembesan hangat di antara langkahku — ketubanku mulai merembes. Jantungku berdebar, antara yakin dan ragu: “Apakah ini saatnya?” Kami segera bersiap menuju bidan. Namun ujian kecil datang, motor kami kehabisan bensin. Dalam gelap dan sepi, kami berhenti di pinggir jalan. Rasanya seperti adegan yang tak akan terlupa: sambil menunggu suamiku datang membeli bensin, aku mencoba menahan agar rembesan itu tidak terus mengalir, namun nihil. Setelah itu, kami kembali melaju, ditemani doa yang tak henti. Sesampainya di bidan, aku diperiksa. Hasilnya, posisi bayi oblique, miring, belum di jalur lahir. Bidan pun menyarankan untuk segera dirujuk ke RSIA Axxxda Solok, karena beliau tidak bisa menangani hal seperti ini.  Kamipun bersiap² berangkat menuju RS yang dirujuk, membawa perlengkapan seadanya, semua serba terbatas, krn ini sangat mendadak, jauh dari jadwal perkiraan HPL. Berangkat menggunakan mobil seorang bap...