Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Refleksi homeschooling 2025

Belajar Bertumbuh, Bersama Tahun 2025 menjadi tahun yang sunyi namun dalam. Tidak selalu terlihat ramai oleh karya atau capaian yang bisa dipamerkan, tetapi penuh dengan proses —proses belajar menjadi manusia, baik bagi anak-anak maupun bagi diriku sebagai orangtua dan pendamping belajar. Homeschooling di tahun ini kembali mengingatkanku bahwa belajar bukan tentang seberapa cepat anak bisa membaca, menulis, atau berhitung. Melainkan tentang bagaimana mereka merasa aman untuk bertanya, nyaman untuk mencoba, dan percaya bahwa dirinya dicintai apa adanya. Banyak hari yang berjalan perlahan. Ada hari-hari ketika rencana belajar tidak berjalan sama sekali, karena emosi lebih dulu meminta ruang untuk dipeluk dan dipahami. Aku belajar bahwa ritme keluarga adalah kurikulum utama kami. Ketika ritme terganggu — karena lelah, sakit, perubahan fase tumbuh kembang, kehadiran anggota baru di keluarga atau dinamika rumah — maka belajar pun perlu menyesuaikan. Dan itu tidak apa-apa. Tahun ini mengajar...

Dokumentasi homeschooling 2025

Gambar
Perjalanan itu kembali dimulai Kenapa kembali dimulai? Krn aku sudah belajar sebelumnya, dan merasa ilmu ku belum cukup, dan berusaha untuk belajar kembali, tumbuh bersama anak2ku. Bulan September 2025, sedikit demi sedikit aku mulai belajar tentang homeschooling lagi. Meski sudah praktek berulang dan sering trial and error, aku memutuskan untuk ikut 2 kelas dari Rumah Inspirasi yaitu kelas management keseharian homeschooling dan kelas 10 keterampilan dasar.  Ada banyak hal yang dipelajari di kelas ini, mulai dari mengenal apa itu homeschooling, bagaimana mengatur ritme harian, journaling, dokumentasi dan portofolio homeschooling juga tentang keterampilan yang diperlukan untuk hidup. Alhamdulillah waktu itu ada 2 mini program, yaitu project management skill dan membaca memahami.  Setelah ditelusuri lagi, masih banyak hal yang belum profesional pada diriku sebagai orangtua. Meski begitu, tak pernah ada kata terlambat untuk mulai belajar lagi dan lagi. Dan sejatinya, belajar ada...

Merayakan cinta

Enam tahun bukanlah waktu yang singkat dalam sebuah pernikahan. Selama itu, perjalanan kita dipenuhi tawa dan air mata, serta perjuangan dan kemenangan kecil yang perlahan membentuk aku menjadi "kita" yang ada hari ini. Perjalanan dua jiwa ini terus bertumbuh. Enam tahun lalu, kita menikah sebagai versi diri yang masih polos dan idealis. Kini, kita telah menjadi pasangan yang lebih matang, bijak, dan lebih memahami cara saling mencintai. Selama enam tahun, kita telah melalui berbagai fase naik turun yang justru menguatkan. Mungkin ada pertengkaran kecil yang mengajarkan kesabaran, kesalahpahaman yang membuka ruang untuk komunikasi lebih jujur, dan masa-masa melelahkan ketika mengurus anak, keluarga, dan pekerjaan. Namun, di balik semua itu, terdapat momen-momen hangat di mana kita bisa saling bersandar. Semua ini bukanlah tanda kegagalan, melainkan tanda bahwa hubungan kita hidup dan terus berkembang. Cinta kita pun mengalami perubahan. Jika dulu cinta terasa berbunga dan ber...