Yuk, menjadi ibu bahagia

 ✍️ 🪻 URAIAN WEBINAR DARI UKHTY ZAA UMMU RAIHAN🪻

  

Yang diselenggarakan oleh Parenting Sunnah grup

Yang berjudul:

YUK, MENJADI IBU BAHAGIA

Yuk, menjadi ibu bahagia

 

         BAHAGIA ITU APA DEFINISINYA

        Bahagia menurut KBBI itu adalah keadaan atau perasaan yang senang ,, tentram,, ( bebas dari segala yang menyusahkan) 

         Itu bahagia menurut kamus , maka bahagia itu bisa relatif orang bisa mendefinisikan bahagia menurut dirinya sendiri sendiri. 

- Ada yg mengganggap bahagia itu ketika banyak uang 

- Ada orang yang mengganggap bahagia itu kalau mempunyai wajah yang cantik. Akhirnya dia memburu bahagianya dengan memburu skin care 

- Ada yang bahagia itu kalau memiliki pasangan yang romantis, pasangan yang selalu ngasih bunga, pasangan yang selalu memberi puisi puisi indah. 

       Ternyata bahagia itu bermacam macam kalau didefinisikan kalau bahagia itu tidak susah atau selalu tentram.


        TAPI SEBENARNYA APA SIH BAHAGIA ITU?

          Ternyata bahagia itu ada yang semu dan juga ada yang nyata. 

        KIRA KIRA BAHAGIA KITA ITU BAHAGIA YANG SEMU ATAU YANG NYATA??

      Jadi kita perlu mencari arti bahagia yang diartikan di seluruh dunia. Bahagia yang harus kita cari adalah kebahagiaan sebagaimana seorang mukmin. Bukan bahagianya seorang yang tidak beriman

      APA ITU BAHAGIANYA SEORANG MUKMIN

    Kita perlu merujuk kepada Nabi kita Rasulullah ﷺ dalam mendefinisikan Bahagia. Bahwasanya " Sungguh menakjubkan kedaan orang orang yang beriman . Sesungguhnya keadaan orang orang yang beriman itu hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang orang yang beriman Saja. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya.Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar, dan hal tersebut juga merupakan kebaikan baginya. ( HR. Muslim dr Abu Hurairah Radhiyallahu)

       Sehingga kebahagiaan seorang muslim itu tidak dilihat seberapa uangnya dsb. Nah kita seharusnya bilang BAHAGIA apapun kondisi kita , kita tetap bahagia karena ada iman dalam diri kita. Kenapa kita bisa bahagia dalam segala kondisi, baik itu anak lagi rewel,, atau anak lagi disuruh hitung hitung tapi nggak bisa bisa. Kita tetap bahagia karena dengan iman, kita meyakini bahwasanya Allah Azza Wa Jalla yang memberikan untuk kita. Maka itulah kebaikan yang untuk kita,, maka itulah yang terbaik untuk kita,, maka itulah yang cocok untuk kita.


MENGAPA SESEORANG IBU ITU HARUS BAHAGIA??

      Boleh sedih sih, tapi seorang mukmin mengembalikan seluruh permasalahannya hanya kepada Allah Azza Wa Jalla sehingga tidak membuat dia galau terlalu lama. 

  KENAPA SEORANG IBU HARUS BAHAGIA??

Karena ibu itu adalah Jantungnya keluarga.

Ketika jantungnya terganggu, maka ritme aktivitas nya juga akan terganggu. Jantung itu perlu jantung yang sehat, itulah kenapa seorang ibu itu harus bahagia. Ibu yang merana, ibu yang gusar selalu, maka anak anaknya juga akan terlihat dari perkembangan dan dari psikisnya dia akan tampak rewel, begitu juga dampaknya ke suami. Itulah kenapa ini itu harus mengusahakan banget akan kebahagiannya. Bagaimana sih kita mengusahakan kebahagiaan kita, kebahagiaan seperti apa yang harus kita usahakan??

Ibu harus bahagia karena 👇

IBU ADALAH MADRASAH BAGI BUAH HATI

     Kalau kita lagi sekolah nih, terus gurunya masuk , eh gurunya jutek atau marah marah terus, maka kita yang dulunya sudah mau belajar, dari rumah sudah bahagia, lihat gurunya muram,, BT,, otomatis suasana 1 kelas juga nggak enak. Padahal ibu itu MADRASAH BAGI BUAH HATI. Jadi ibu itu partner pertama bagi buah hatinya. Jangan dibalik yaaa. Karena kita adalah madrasah pertama bagi buah hati kita. Itulah kenapa kita harus menciptakan Atmosfer yang bahagia untuk mendidik anak anak kita. Dengan begitu kita akan benar benar mengusahakan harus bahagia. Karena Bahagia itulah yang akan menjadi Atmosfer bagi keluarga kita. Yang akan membuat anak anak ,, dan suami juga insyaAllah bahagia juga.


MENGAPA PENTING MENJADI IBU YANG BAHAGIA??

     1. Emosi

 adalah hal yang pertama bisa dimengerti anak ketika sejak dalam kehamilan ibu. Ibu mengalami Baby Blus sejak kehamilannya itu akan melahirkan anak anak yang juga rewel, anak yang perkembangan psikis nya juga terhambat. 

    2. Emosi itu dapat menular dan dapat ditularkan

Sebagaimana kalau kita bersama dengan teman duduk yang dia bete terus, yang marah marah terus,, maka suasana hati kita juga akan tidak enak. Ketika kita lagi sedih bersama teman yang lagi bahagia yang suasana hatinya cerah dan nyaman itu,, kita juga akan tertular. Kita akan merasa nyaman dengan itu. Maka itulah kenapa kita disuruh memilih teman teman baik , karena kita harapkan kita akan tertular atau terimbas dari Emosi yang positif.

   3. Anak adalah peniru ulung. 

Jadi ketika ibunya ngomel ngomel terus, maka anak juga akan bersikap seperti itu.


KUNCI KUNCI BAHAGIA SEORANG IBU

      Sebelum kita membahas parennting.maka kita ( ibu) harus bahagia dulu,, karena ibu yang banyak tertekan itu akhirnya nggak bisa menerapkan ilmu Parenting yang sudah dia pelajari. Sebagus apapun ilmu itu, kalau seorang ibu tidak bahagia dulu, dia nggak ngerti membahagiakan dirinya maka sulit untuk menerapkan ilmu ilmu yang sudah kita pelajari. Yang pertama sebelum kita menerapkan ilmu ilmu Parenting, kita harus tahu dulu bagaimana kita itu menjadi seorang ibu yang bahagia dalam mendidik anak anak kita. 

Ketika kita ingin menjadi ibu yang bahagia ilmunya adalah dengan:

 🌹 1. MEMPERBAIKI TAQWA

Tanpa Taqwa ini mau kita dikasih Tips Tips yang berikutnya, kita tidak akan pernah merasa menggapai kebahagiaan yang kita miliki. Kebahagiaan yang benar benar bahagia yang bukan fatamorgana atau semu belaka. Taqwa, Apa itu Taqwa?? *Apa sih jaminan Allah Azza Wa Jalla untuk orang yang bertaqwa?? Ada di dalam surat At Talaq ayat 2-3*

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah Azza Wa Jalla niscaya Allah Azza Wa Jalla akan membukakan baginya jalan keluar dan memberi Rizki dari arah yang tidak dia duga atau disangka sangka."

     Inilah janji Allah Azza Wa Jalla untuk orang yang bertaqwa. Taqwa itu artinya : menjauhi larangan Allah Azza Wa Jalla dan melaksanakan perintahNya, untuk menggapai RidhaNya Allah Azza Wa Jalla semata. Itulah ketika seorang itu meniatkan seluruh perilakunya , seluruh tindakannya, seluruh pekerjaannya hanya untuk Allah Azza Wa Jalla, hanya untuk meraih RidhaNya, Balasannya adalah diberi jalan keluar , misalnya adalah kita ingin mendapat jalan keluar dari anak yang tidak mudah diatur, atau anak belajarnya susah, kita ingin dapat jalan keluar maka kita perbaiki Taqwa kita.

Selain itu Taqwa itu adalah sumber bahagia kita, karena kita meniatkan seluruh pekerjaan kita, seluruh kesusahan kita itu untuk untuk mencari RidhaNya Allah Azza Wa Jalla maka nggak akan ada yang merana atas apa apa yang kita capai, karena apapun itu yang Allah Azza Wa Jalla berikan maka hasil itulah yang terbaik, terkadang kita merasa sesuatu itu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, kemudian kita bersedih, atau tidak suka dengan hasil itu, karena kita itu tidak memahami bahwasanya pengetahuan kita ini terbatas, Akal kita belum nyampe, apa sih yang Allah Azza Wa Jalla inginkan dari hasil yang demikian itu? 

Dengan bertaqwa dengan meyakini Allah Azza Wa Jalla lah yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita,, maka kita akan menjadi seorang yang Bahagia, Bahwasanya insyaAllah ini adalah yang terbaik yang Allah Azza Wa Jalla Tahu, insyaAllah ini akan ada hikmahnya.


🌹 2. MENYADARI BETAPA MULIANYA KEDUDUKAN WANITA

         Terkadang ibu ibu nggak bahagia, kita nggak bahagia itu karena apa?? Karena kita merasa nggak berharga , kita merasa minder, kok temanku sudah pada bekerja di kantor kantor,, kok temanku bisa menghasilkan uang sendiri ,, kok aku cuman di rumah saja,, cuman masak ,, cuman momong anak,, cuman nemenin anak main?? Karena kita tidak menyadari Betapa mulianya kedudukan kita sebagai seorang wanita, walaupun kita cuman berkutat di rumah saja. Inilah yang disebut Rasulullah ﷺ tentang wanita:

 " Dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan dunia adalah Wanita Shalihah."

Nah itu adalah jaminan, ibarat yang oleh Rasulullah ﷺ tentang Wanita Shalihah. Menjadi wanita shalihah itu tidak gampang,, menjadi wanita shalihah itu butuh perjuangan, tidak bermudah-mudah tanpa aturan syariat. Untuk melaksanakan aturan syariat itu butuh hati yang benar benar tenang. Mungkin kita mengerjakan pekerjaan pekerjaan saja yang itu tugas kita, itu mencapai predikat sebagai wanita shalihah yaitu orang orang atau wanita wanita yang benar benar amanah dengan tugas tugasnya. Nah di situlah kita menjadi sebaik baik perhiasan dunia. Apa sih yg lebih baik dari pujian selain itu?. Kita dipuji misal seperti mutiara kita senang banget tentunya, apa lagi Rasulullah ﷺ memuji kita sebagai sebaik baik perhiasan dunia,, masih perhiasan yang paling baik pula yaitu wanita yang shalihah. Maka jangan sampai kita itu merasa lelah misal: Apa sih gunanya aku tuh shalat di rumah, menjaga diri, menjaga shalat 5 waktu, berlelah lelah gitu berusaha shalat di awal waktu meskipun anak lagi rewel, atau masakannya yang masih keteter, tetapi kita mencoba shalat di awal waktu, menjaga shalat kita, karena apa? Karena kita ingin menjadi sebaik baik perhiasan dunia.


"Jika seorang wanita menjaga shalat 5 waktu, Berpuasa di bulan Ramadhan, Menjaga Kemaluannya, Menaati Suaminya, Niscaya akan dikatakan kepadanya, Masuklah ke dalam Surga dari pintu manapun yang engkau mau. (HR. Ahmad)

Ini adalah yang perlu kita ulang ulang dalam membacanya agar kita tidak lupa.

- Shalat 5 waktu ( sudah)

- Berpuasa di bulan Ramadhan (Sudah)

- Menjaga kemaluan (aku sdh berhijab Rapet )

- Aku Sudah Taat kok ( Misal kalau disuruh suami bikinkan minum yaa aku bikinkan minum kok.. Tapi kalau bikinkan minum pake cemberut nggak?? , atau pake nanti nanti??)

Nah ini yang berat..

Nah itu balasannya apa ?? Masuklah Surga dari pintu manapun yang engkau mau. Ada nggak sih balasan yang terbaik dari ini?? Misal kita ditawarkan Ummahat ditawarkan gedung pencakar langit dengan pernak perniknya dengan disuruh masuk Surga dari pintu manapun yang kita mau,, Sedang gedung pencakar langit dengan pernak-perniknya adalah fana. Kalau kita sudah meninggal, kita sudah dipanggil sama Allah Azza Wa Jalla hilanglah semua itu. Tapi ketika ditawarkan masuk Surga dari pintu manapun yang kita mau , itu adalah sesuatu yang abadi. Jadi itulah yang perlu kita ulang ulang untuk kita di rumah.

Misal 👉 Suami kita memerintahkan untuk kita momong anak anak kita,, yaa kita jalankan amanah itu karena itulah pintu surga yang akan kita cari dan terkadang kita lupa akan hal hal yang sepele seperti itu. Tapi Allah Azza Wa Jalla telah menjanjikan Surga untuk kita. Itulah yang harus selalu kita ingat ingat bahwasanya apa apa yang kita lakukan itu yaa itulah tujuan kita Masuk Surganya Allah Azza Wa Jalla.

🌹 3. ISTRI YANG BERSUNGGUH SUNGGUH DALAM MELAYANI SUAMI

Syekh Sulaiman Ar Ruhaili Hafidzahullah Ta'ala berkata: "Jika seorang istri dia bersungguh sungguh melayani suaminya dan penghuni rumahnya, serta menyiapkan makanan yang cukup bagi mereka, maka sesungguhnya ia berada di dalam ibadah dan diapun mendapatkan kebaikan yang banyak jika ia mengharapkan pahala dari sisi Allah Azza Wa Jalla tentang itu.

    Nah ketika kita melayani ternyata dicatat sebagai dalam ibadah. Ternyata banyak sekali ketika meniatkan itu untuk ibadah.

      🌹 4. MEMPERBANYAK SYUKUR DI SEMUA KEADAAN

     Jadi memperbanyak syukur di rumah kita , jadi ketika sedih maupun senang kita bersyukur. Itulah cara kita untuk menggapai syukur kita sebagai istri dan ibu di rumah.

Syekh Shalih Ad Damasqi pernah berpesan kepada anaknya:

Duhai anakku sehari semalam telah kamu lewati dalam keadaan Agama,, Badan,, Harta dan juga keluarga terhindar dari keburukan, maka perbanyaklah syukur kepada Allah Azza Wa Jalla. Karena betapa banyak hari itu orang yang rusak Agamanya, hilang kekuasaannya, terbongkar aibnya,, sakit badannya dan kamu masih diberi keselamatan, terhindar dari penyakit dan musibah."


Ketika kita itu pengen nggresulo atau mengeluh, akan keadaan kita hari ini, maka ingat ingatlah ,, Yaa Allah,, aku ini masih punya mata, bisa aku melihat anak anakku di pagi hari, aku masih punya tangan untuk melayani anak anakku, aku msh bisa berjalan untuk mengambil mainan anak anakku,, maka itulah yang harus kita syukuri. Hal hal yang kecil ini kita lihat juga. Perhatikan ketika ada teman kita , sahabat kita yang mungkin dia lagi diuji dengan sakit, akhirnya dia tdk bisa mengambil mainan anak anaknya, dia tidak bisa berlari lari dengan anaknya, dia hanya di tempat tidur, memandang anaknya, betapa sedih sekali orang seperti itu. Nah kita ketika ingin mengeluh , coba diingat ingat Yaa Allah berapa banyak sekali nikmat nikmat yang bisa kita rasakan pada pagi hari ini. Kita bisa memandang anak anak kita sekolah itu adalah sesuatu yang nikmat. Coba bayangkan ketika mata kita belekan aja, melihat cahaya aja pedes,, pedih,, sehingga pengennya kita merem aja. Itu sudah sesuatu yang tidak nyaman, ketika kita nggak bisa ngomel aja, nyuruh anak anak naruh handuk yang benar, mandi yang benar, sikat gigi yang benar, karena kita sariawan, itu Kan salah satu dicabutnya kenikmatan kita, kita mau ngomel aja males,, karena sariawannya bengkak,, kesentuh sama bibir aja sakit banget, Nah ketika itu bisa ngomong dengan lancar,, menyuruh anak anak kita, Oo, ini adalah suatu nikmat bisa ngomong tanpa sariawan. 

Hal yang kecil kecil gitu, coba kita Inget Inget di sekeliling kita. MasyaAllah banyak banget yang harus kita syukuri, kalau misal kaki kita aja tertusuk duri atau kaki kita lagi ada mata ikannya, kita mau jalan juga susah, Oo, ternyata kaki yang tidak ada mata ikannya itu adalah suatu nikmat yang nikmat banget yaa.. kita bisa berlari lari mengejar bayi kita ,, bisa ikut manjat manjat bersama bayi kita di tangga tanpa ada rasa sakit. Nah seperti itu bisa kita renungi. Rasanya waktu kita ini akan habis untuk sekedar mendata nikmat nikmat Allah Azza Wa Jalla. Itulah kenapa kita harus memperbanyak syukur agar kita ini banyak bahagia. Jangan memandang apa yang kita punya. Yang kita punya inilah yang kita syukuri.


🌹 5. BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH AZZA WA JALLLA ATAS SEGALA KONDISI

    Faedah Husnudhan :

" Orang yang mampu senantiasa untuk berhusnuzhan maka senantiasa akan memiliki hati yang lembut, sayang, kepada saudaranya, jauh dari hasad tidak merendahkan orang lain."

( Dr. Firanda Andirja. M. A. Hafidzahullah)

     Jadi ketika itu kita berbaik sangka selalu berhusnudhan pada Allah Azza Wa Jalla pada segala kondisi atas segala perilaku orang lain maka hati kita, akan menjadi hati yang tentram, kita akan menjadi hati yang tidak mudah panas. Ketika ada orang yang mungkin menghina kita..kita Husnuzhan,, oo ,, mungkin dia nggak ngerti aja kondisi yang sebenarnya,, oo ,, dia mungkin lagi nggak nyaman hidupnya, jadi dia ngurusin hidup orang lain..Nanti ketika itulah apapun kondisi kita,, kita selalu berbaik sangka kepada Allah Azza Wa Jalla dan berbaik sangka pada saudara saudara kita,, yang berbuat buruk. Maka itu akan membuat kita lebih nyaman, membuat kita lebih bahagia.


"Allah Azza Wa Jalla lebih mengerti dengan kondisi dan keadaan kita dan keadaan kita sehingga semua takdirNya adalah kebaikan walaupun terkadang yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita."

( Ustadz Syafiq Riza Basalamah. M.A )

      Jadi ketika kita meminta seseorang pada Allah Azza Wa Jalla,, ternyata Allah Azza Wa Jalla lebih faham kondisi kita yang sekarang dan yang untuk masa depan . Mungkin kalau kita diberi apa yang kita minta sekarang,, justru akan membahayakan kehidupan kita. Yaa Allah aku minta harta yang banyak. Ketika Allah Azza Wa Jalla berikan mungkin kita akan jadi orang sombong,, mungkin kita akan jadi sibuk ngurusin harta kita.


Kita melalaikan ibadah kita, karena kita sibuk menghitung hitung harta kita,, kita akan sibuk ngurusin bisnis bisnis kita. Maka Allah Azza Wa Jalla berikan mungkin kondisi yang pas-pasan,,, agar kita lebih banyak bersujud kepada Allah Azza Wa Jalla,, agar kita lebih deket pada Allah Azza Wa Jalla,, agar kita lebih banyak bersujud di seperti malam terakhir,, agar kita lebih banyak memahami di sekitar kita. Maka itulah justru kebaikan untuk kita,, dibanding ketika mungkin kita minta Rizki yang banyak, tapi ternyata mungkin kita nggak kuat dengan kondisi itu,, membuat hati jadi lalai,,dsb.

Nah ketika kita Husnudhan,, Oo,, ternyata aku nih sedang diuji dengan ekonomi yang sempit,, aku nih diuji dengan sakit,, oo ternyata itu kebaikan. insyaAllah itu kebaikan kita berusaha Husnudhan dulu kepada Allah Azza Wa Jalla tanpa mengesampingkan usaha atau (ikhtiar) tetaplah kita berikhtiar semaksimal mungkin,, tetaplah berhusnuzhan kepada Allah Azza Wa Jalla.

      "Tetaplah berhusnudhan kepada Allah Azza Wa Jalla,, menyayangi kita dengan caraNya. Ada kala kita ingin mendekat dengan memberi karunia,, kita dibuat bersyukur dan makin taat,, ada kala kita mendekat dengan musibah musibah,, kita dibuat bertaubat dan memori kebaikan. Jadi hanya Allah Azza Wa Jalla sebagai tempat bersandar karena dia tidak mungkin mengecewakan."

( _Bunda Kasha_)


Apapun yang terjadi kita Husnudhan pada Allah Azza Wa Jalla,, bahwa inilah cara Allah Azza Wa Jalla menyayangi kita,, ketika ditimpa dengan sesuatu yang kurang nyaman,, kesedihan,, sakit,, maka itulah cara Allah Azza Wa Jalla untuk menyayangi kita,, agar kita semakin mendekat kepada Allah Azza Wa Jalla.

       🌹 7. WE TIME

We Time itu penting yaa,, bersama pasangan. We Time yang seperti apa?? We Time yang tentunya menggugah kembali Rukiyah kita,, menggugah kembali rasa cinta,, kepada Pasangan kita,, menggugah kembali Iman kita. Jadi pintar pintarlah mencari We Time. We Time itu tidak harus makan di luar,, jalan jalan,, ( Enggak). *Tapi bisa dengan bersama mengkaji Qur'an,, suami membacakan buku dan kita mendengarkan.* Dan ini penting juga untuk kita usahakan.

        🌹 8. ME TIME YANG HAKIKI

     Jadi kita perlu memperbaiki diri kita,, memperhatikan diri kita,, apakah kondisi hati kita ini sedang baik baik saja atau nggak?? Me Time kita adalah dengan berdzikir,, karena dzikir itu adalah sebabnya ketenangan hati. Me Time itu tidak harus pergi ke cafe sendirian ( enggak) . Me Time itu bisa jadi saat kita memasak kita sendirian,, bisa juga kita berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla. Nah itu adalah Me Time yang benar benar bermanfaat untuk kita. Karena Dzikir itu sendiri adalah pembuka ketenangan hati.

Kenapa kita harus berdzikir?? Menjadikan Me Time itu dengan berdzikir??? KARENA DZIKIR ITU BAGAIKAN IKAN DAN AIR Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: " Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan. Bagaimanakah keadaan Ikan apabila ia berpisah dengan Air??"

( Al Waabilus Shayyib: 11/42)

       Kira kira ikan 🐟 kalau tidak ada air bisa hidup nggak?? Apa gelagepan?? Tentunya gelagepan. Itulah kenapa kita nggak bisa lepas dari berdzikir dalam setiap apapun yang kita lakukan. Kalau ikannya berpisah dengan air , ikannya akan mati, begitu juga dengan hati kita.


🌹 9. MENGOBATI HATI DENGAN AL QUR'AN

Nah ini penting juga kita lakukan, kita masukkan dalam aktivitas kita, jadwal harian kita yaitu membaca Alquran.

    Syekh Ibnu Utsaimin Rahimahullah, beliau berkata:

" Kapanpun engkau mencari dokter untuk menghilangkan penyakit yang ada di dalam hatimu,, maka engkau tidak akan mendapat semisal Al Qur'an."

     Ketika hati kita ini lagi gundah,, gelisah,, sedih,, segera ambil Al Qur'an . Kita cari obat di dalam Alquran untuk memberikan ketentraman, memberikan obat bagi kita. Al Qur'an itu menjadi penyejuk bagi kita, kalau kita benar benar meyakini, dia benar benar mengimani bahwasanya Al Qur'an itu adalah obat bagi hati kita. Makanya mulai sekarang, ketika kita ingin memiliki hati yang bahagia, ketika ingin jadi ibu yang bahagia maka berdekat dekatlah dengan Al Qur'an.


Dalam Sebuah Fatwa ditanyakan: "Seberapa Sering aku ini harus berinteraksi dengan Al Qur'an??" (ditanyakan)

Kemudian dijawab: "Bahwasanya sebanyak engkau ingin mendapat pertolongan dari Allah Azza Wa Jalla." 

Berarti kan banyak sekali, karena dalam tiap aktivitas kita, dalam segala gerak gerik kita, ingin ditolong sama Allah Azza Wa Jalla. Sebanyak itu kita berinteraksi dengan Al Qur'an. Bukan berarti kita pegang Al Qur'an terus sepanjang waktu ( enggak) , kita bisa merojaah Al Qur'an di sela sela aktivitas kita, mendengarkan tilawah Al-Qur'an dari murottal . Kita isi hari hari kita dengan Al Qur'an sebanyak kita ingin ditolong oleh Allah Azza Wa Jalla.


🌹 10. ILMU AGAMA ITU SEPERTI HUJAN


"Sebagaimana hujan akan menghidupkan tanah yang gersang, demikian pula ilmu ilmu Agama, akan menghidupkan hati yang mati".

( Imam Al qurtubi , Fath Al Bari 1/215)

      Kenapa kita kok kita harus belajar ilmu Agama kok kita bisa bahagia, karena disebutkan bahwasanya ilmu Agama itu seperti hujan ketika tanah tanah sudah mulai kering, maka hujan itu akan menumbuhkan lagi, akan menyuburkan lagi tanah tanah itu.

Nah di sinilah kita penting banget untuk Belajar Agama. Belajar Agama saat ini nih.. MasyaAllah, sangat dimudahkan, walaupun tentu tetap lebih utama kalau kita hadir di Majelis Ilmu. Tapi ketika belum bisa setiap hari datang ke Majelis Ilmu, masih banyak cara cara untuk belajar yang lainnya. Sekarang kelas kelas online banyak diantaranya kita belajar kelas online di Parenting Sunnah. Ini diantaranya juga mencari ilmu Agama, kita sedang mencari apa? Mencari hujan di tengah kemarau, kita ingin mendapatkan Air, mendapatkan tetesan air air hujan yang menyejukkan kita. Diantaranya dengan rajin belajar di Parenting Sunnah ini. Apalagi Parenting Sunnah ini MasyaAlloh memberikan kelas kelas gratis yang bisa diakses oleh semua ibu di manapun. Juga YouTube YouTube asatidzah MasyaAllah banyak , tinggal kita alokasikan saja waktu kita, misal anak anak sudah berangkat Sekolah, kita siapkan buku catatan kita, kita cari serial misal: Akidah Al Wasithiyah , kita urutkan hari ini misal kita mendengarkan serial yang pertama,, besok yang ke dua,, sampai kita punya catatan khusus tentang akidah Al Wasithiyah . Kemudian setelah selesai Akidah Al Wasithiyah kita cari serial yang lainnya. MasyaAllah kalau kita mau mengumpulkan kajian kajian, mau belajar kitab Kitab, sekarang ini banyak banget, kita mau belajar Sirah dari awal sampai akhir ada,, kajian Ustadz Firanda Andirja ada nih kajian Sirah, mau kajian keluarga bahagia juga ada, ada sekitar 87 video dari Ustadz Khalid Basalamah yang membahas kitab tentang bagaimana sih menjadi istri yang baik, menjadi istri yang menjadi sumber kebahagiaan di keluarga di rumah tangganya. Tinggal kita catat aja . Kenapa kok saya menyarankan mencatat yg pertama sebagai tanda kesungguhan kita,, yg ke dua adalah sebagai tanda pemuliaan kita terhadap majelis ilmu. Jadi kalau kita mendengarkan YouTube jangan sambil lalu, walupun kita sambil masak sambil mendengarkan kajian yaa nggak masalah.Tapi usahakan punya waktu untuk duduk takzhim pada ilmu Agama.


Jadi kita sempatkan sambil duduk kita mendengarkan serial kita catat sehingga kita punya catatan khusus.. Karena apa?? Karena mencatat ilmu adalah sebagaimana kita mengikat binatang buruan agar tidak lari, kalau kita nggak nyatat.kita akan lupa.. apa lagi ibu ibu yang diingat banyak resep masakan, atau mengingat kebutuhan anak anak kita. Banyak sekali yang diingat.kalau kita nggak mencatat kemungkinan banyak lupanya, apa lagi untuk pelajaran pelajaran Sirah , fiqih , misal kita nggak mencatat cepat sekali hilang dari fikiran kita. Maka ibu ibu ketika belajar ilmu Agama misal belajar online , kita mencatat, kita usahakan itu misal kita punya buku khusus, ini bagian kitab ini, yang ini bagian kitab itu.


MasyaAllah menunjukkan kesungguhan kita dan Allah Azza Wa Jalla juga akan memberi pahala sekadar seperti kesulitan dalam belajar itu sendiri. Makanya kita jangan sampai menyepelekan dalam belajar, kita sungguh sungguh dalam belajar, maka Allah Azza Wa Jalla juga akan sungguh sungguh memberikan ilmu kepada kita. Harapan nya ilmu yang kita cari ini akan menjadi air hujan di kemarau hati kita. Itulah yang akan menjadi sumber kebahagiaan kita. Bahkan sudah ada jaminannya , bahwasanya kita ini datang di majelis majelis ilmu maka di situ ada ketenangan, ada malaikat malaikat yang menaungkan sayapnya sehingga menjadikan ketenangan dalam hati kita. Kalau misalkan hati kita ini masih suka gundah, masih suka nggak bahagia, coba deh seberapa sering sih kita datang ke Majelis Ilmu? Karena Majelis Ilmu itu ada ketenangan. Datanglah ke Majelis Ilmu agar kita itu mendapatkan kebahagiaan yang kita cari.

     Banyak tadi kita sudah bahas kunci kunci Bahagia, diantaranya kita sampai di sini yaitu Belajar ilmu Agama yang sekarang ini MasyaAllah banyak sekali dimudahkan bagi kita. Tinggal mau apa nggak memanfaatkan semua fasilitas itu. Berbeda dengan jaman dahulu yang mencari ilmu Agama , 1 hadist aja harus melakukan perjalanan ber bulan bulan, bahkan sampai mengalami kencing darah, karena saking capeknya, saking karena jauhnya dan berat nya perjalanan, sekarang kita mencari ilmu Agama nggak susah tinggal bagaimana kita ini melawan segala alasan, misal: nggak sempat anaknya rewel. Sebenarnya kalau bisa kita kok meraih banyak kesempatan mencari ilmu Agama. Apalagi universitas universitas online sekarang ini banyak sekali, tinggal kita mau atau nggak? Jangan banyak alasan.

Bisa dengan anak sudah tidur malam juga kita sempatkan 1 jam kita sempatkan untuk mencatat ilmu . Bisa insyaAllah, asalkan kita bersungguh-sungguh , jujur dengan niatan kita, Azzam kita.


🌹 11. AWAS SALAH ME TIME = WASTE TIME

      Nah berikutnya adalah yang menghambat jalan kita mencari kebahagiaan, justru kita ini salah memanfaatkan me Time kita. Akhirnya ketika kita salah, jadinya waste time,* jadinya waktu kita ini nyampah aja, nggak mendapatkan kebahagiaan yang ada tambah kegundahan kita, yang ada tambah kegalauan kita, yang ada tambah kemrungsung kita. Salah satu yang salah dalam memanfaatkan yaitu: gadget -an nggak selesai selesai dari pagi sampai sore, akhirnya kita baru menyadari yaah aku ini kok belum ngapa ngapain, yaah cucian kok belum dijemur yaa, yaah anak anak udah mau pulang tapi belum ada masakan, yaah suami pulang kok rumah masih berantakan, yaah akhirnya yang ada hanya kemrungsung, yang ada kita bingung sendiri karena kita salah memanfaatkan waktu kita. Karena sekarang ini fitnah kita yang kita hadapi adalah scrolling scrolling yang nggak jelas, betapa banyaknya sosmed yang disuguhkan ke kita nih, kita seringkali tergoda, akhirnya kita menyia nyiakan waktu kita dengan hal hal yang tidak bermanfaat. Tadinya kita cuman nyari hiburan sebentar aja gitu yaa . Refreshing sebentar gitu aja yaa, buka buka Instagram, Facebook, YouTube, story, atau yang lainnya kita buka buka status di WA, gitu untuk sekedar refreshing, tapi nggak sadar sudah jam 4, jam 5, Berjam jam kita habiskan di situ. Akhirnya yang kita mau refreshing , justru menambah kegalauan kita, karena banyak hal yang terlewat, banyak maksiat yang kita lihat, banyak sekali kerusakan kita nikmati, akhirnya hati kita bukan tambah fresh, seperti yang kita harapkan, ternyata justru menambah kegelapan, menambah ketidaknyamanan hati kita, menambah kepanikan akhirnya tidak jadi bahagia.

 Nah karena itulah kita harus menjadi ibu yang benar benar cerdas, kita harus benar benar tahan diri kita, agar nggak scrolling scrolling menghabiskan waktu, kalau perlu kita sembunyikan dulu deh hpnya dari jam sekian sampai jam sekian aku mau sembunyikan dulu deh, kalau pekerjaanku belum selesai, aku nggak mau ambil hp, itu sebagai bentuk kesungguhan kita, bahwasanya kita benar benar mau mencari kebahagiaan yang hakiki. Bukan kebahagiaan yang dengan cara menyelesihi yang Allah Azza Wa Jalla perintahkan. Menyelesihi yang Allah Azza Wa Jalla kehendaki bagi kita.


🌹 12. MINTALAH PERTOLONGAN KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA

      Yang Selanjutnya kalau kita berharap kebahagiaan, mencari kunci Bahagia, jangan lupa minta tolong kepada Allah Azza Wa Jalla. Apapun yang kita usahakan, apapun yang kita cita citakan itu nggak akan bisa terlaksana jika nggak ditolong sama Allah Azza Wa Jalla kita banyak - banyak berdoa , diantara nya doa doa di bawah ini:

*Yaa Hayyu Yaa qoyyuum Birahmatika Astaghitsu Ashlih lii Sya' ni Kullah Wa Laa takilni ilaa nafsu tharfata 'aiin ( HR. Hakim No. 2000).*

       Kita ini nggak bisa ditinggal sama Allah Azza Wa Jalla, sekejap apapun kita nggak bisa , jadi jangan tinggalkan doa ini , doa ini ada dalam rangkaian dzikir pagi petang.

      Diantara doa ini yang kita ucapkan yaa karena itulah kondisi kita, kita benar benar nggak bisa gitu aja ditinggal sama Allah Azza Wa Jalla walaupun sekejap mata. Apapun yang kita lakukan itu butuh sekali pertolongan Allah Azza Wa Jalla,, dalam mendidik anak, dalam menyelesaikan pekerjaan pekerjaan harian kita, dalam meninggalkan segala maksiat kita butuh pertolongan Allah Azza Wa Jalla. Kita juga berdoa dengan doa:

"Allahumma inni A' udzubika minal ' Ajzi wal Kasali , wal Juni wal harami , wal Bukhl, Wa a'dzubika min 'Adzabil Qobri wamin fitanatil mahyaa wal mamaat."

(HR. Buhari No. 6367 dan Muslim 2706)

        Agar kita dijauhkan dari sifat malas sebab kalau kita sudah rebahan, kita nggak menyelesaikan apa apa dari tugas kita akhirnya banyak waktu kita yang kita sia siakan yang kita lalaikan tanpa hal hal yang produktif. Bagaimana sih kita menjadi ibu yang produktif, bagaimana sih agar kita tidak bergampang gampang ria melewatkan waktu menit demi menit untuk suatu hal yang nggak produktif.


🌹 13. INVESTASI BERHARGA DALAM MENDIDIK ANAK ADALAH ILMU, HADIAH PALING BERHARGA BAGI ANAK ADALAH WAKTU ANAK DAN IBU

        Untuk mencari hidup bahagia bahwasanya investasi dalam mendidik anak adalah ilmu, dan waktu nya yang paling berharga untuk anak adalah waktunya Ayah dan Ibu. Jadi kita ini kadang kita merasa berat untuk belajar bareng. Kita merasa berat untuk mengikuti kelas kelas pendidikan anak anak kita. Merasa berat untuk menginvestasikan diri dengan membeli buku-buku, buku anak kita, buku buku kita sendiri. 

Jangan disangka yang butuh buku ilmu, butuh buku itu anak anak kita saja, kita yaa butuh buku, butuh ilmu ibuk ibuk, jadi jangan merasa berat untuk menginvestasikan harta kita untuk itu semua. Anak kita butuh Belajar kita yaa butuh belajar, anak kita butuh buku, kita yaa butuh buku, jadi nabung itu bukan untuk hal hal investasi harta kita ( nggak) , Investasi lagi untuk ilmu, karena ini adalah investasi yang paling berharga, dan bahkan dia disebut sebagai jariyah yang tidak akan putus pahalanya yaitu ilmu yang bermanfaat, jadi jangan pelit menginvestasikan waktu kita, harta kita untuk ilmu anak anak kita.

      Kemudian hadiah yang paling berharga bagi anak anak itu bukan mainan, bukan makanan enak, tapi waktu kita menemani, membersamai mereka dalam keseharian kita. Jaman sekarang ini waktu menjadi barang yang mahal, sering kali ibuk ibuk yaa menemani anaknya untuk sekedar ngobrol, mendengarkan mereka, mendampingi mereka bermain untuk menyelesaikan masalah masalah yang kita anggap remeh, receh receh itu yang remeh remeh itu , akhirnya kita memilih yang lain. Aahh daripada ngobrol sama anak anak, nggak jelas, nggak berbobot, kadang kadang yaa hanya gitu gitu aja, sesuatu yang gitu terus, itu lagi, itu lagi, akhirnya kita malah jualan online, mending ngiklan, mending nyari nyari inspirasi untuk iklan atau bahan iklan atau yang lainnya.Akhirnya kita memilih untuk mengalokasikan waktu kita untuk tidak mengalokasikan waktu kita untuk anak anak kita, karena kita menganggap bahwasanya itu adalah sesuatu hal yang nggak berharga,* nggak dapat uang nanti kalau kita menemani anak anak, cuman main main aja, itu sesuatu hal yang keliru, masing masing ada waktu untuk anak kita, ada waktu untuk jualan online, ada waktu untuk mengurus yang lainnya, alokasikan waktunya masing masing dan kalau kita mau bahagia dalam menemani anak kita, kita harus ingat, itulah Hadiah yang paling berharga yang dirasakan oleh anak anak kita yaitu adalah waktu yang kita berikan memang mahal sekali.

Memang terkadang misalnya: kita menemani anak anak kita, udah aku jualan onlinenya sampai jam 12 siang aja, setelah itu anak anak pulang , aku menemani anak anak, kalau misal dihitung hitung, wah ini kita kehilangan banyak kesempatan ngiklan nih, dari jam 12 siang sampai jam 12 malam, aku nggak ngiklan, aku nggak pegang hp, cuman menemani anak anak main aja, mahal sekali kita harus membayar waktu kita , yang akan kita serahkan atau kita berikan untuk anak anak kita. 

Tapi yaa memang gitulah yang paling berharga yang akan mereka kenang , ketika kita merasa berat, merasa sia sia coba kita ingat ingat doa yang kita harapkan muncul dari mulut mulut anak anak kita, doa untuk orang tua: "Rabbighfirlii waalii waalidayya warhamhumaa kama Rabbayaanii Saghiiraa

       Kamaa Rabbayaanii Saghiiraa = Sebagai mana mereka mendidikku ketika aku kecil. Kalau kita renungi, kalau kita fikirkan, kita berharap disayangi Allah Azza Wa Jalla, diampuni Allah Azza Wa Jalla sebagaimana kita itu mendidik mereka di waktu kecil. Sudahlah kita ini pantas disayangi Allah Azza Wa Jalla sebagai kita itu mendidik anak kita?? Kita mendidiknya setengah setengah atau full, kita menemaninya sepenuh hati , setulus hati atau kita separoh separoh ?? Atau kita ingin dirahmati atau disayangi Allah Azza Wa Jalla separoh separoh? Tentu yaa nggak gitu yaa..* kenapa lafadznya itu disebut Kamaa Rabbayaanii Saghiiraa?? Karena tidak mudah kita mendedikasikan waktu , kita mendedikasikan ilmu, kita mendedikasikan diri kita, untuk anak anak kita, tidak mudah, maka itulah keutamaannya doa doa kedua orang tua kita, Kamaa Rabbayaanii Saghiiraa sebagaimana kita menemani mereka, mendidik mereka di waktu mereka ini kecil. Kalau kita ingin disayangi Allah Azza Wa Jalla dengan sepenuh kasih sayang dengan sepenuh Rahmat, Ayolah kita berusaha mendedikasikan kita,

 mendedikasikan waktu kita untuk anak anak kita, jangan merasa itu adalah suatu hal yang sia sia.

🌹 14. TAK PERLU JADI SEMPURNA UNTUK BAHAGIA

         Untuk menjadi bahagia tak perlu menjadi sempurna. Jadi terkadang ada dari kita sendiri yang merasa stress, merasa depresi, nggak sempurna, nggak merasa mendidik anak anak nya. *Semua orang tiada yang sempurna, karena kita masih manusia, kalau kita sempurna tentunya kita bukan manusia lagi dan kita bukan bidadari, tapi kita Khan nggak ada di dunia ini bidadari, nggak ada di dunia ini malaikat, sehingga kita semua punya kekurangan, itulah kenapa Allah Azza Wa Jalla itu mensyariatkan untuk istighfar, untuk bertobat, untuk mengikuti keburukan dengan kebaikan. Setiap orang tidak ada pribadi yang sempurna. Semua punya cacat, termasuk seorang ibu, jangan merasa minder, jangan merasa nggak becus sebagai ibu, jangan merasa aku nggak bisa apa apa. ( nggak) . 

Semuanya pasti punya kekurangan, mungkin seorang pakar Parennting sekalipun dia punya kekurangan, dia juga punya kelemahan, dia juga punya kesulitan dalam mendidik anak anak mereka. Jadi nggak ada pribadi yang sempurna. Jangan Jadikan itu sebagai alasan untuk gundah gulana, Sehingga kita menjadi ibu yang nggak bahagia dalam menemani anak anak kita.*


🌹 15. JADILAH DIRIMU SENDIRI.

          Jadi kalau kita melihat, OOO, si ibu itu nih anaknya, umur 3 thn sudah hafal juz, 30, 29, 28, 27. Anakku sudah 7 thn, aku Talkin terus masih nggak hafal hafal. Nah jadilah dirimu sendiri, lihat anak anak kita, kemampuan kita mungkin berbeda dengan kemampuan ibu ibu lain. Anak kita juga berbeda kemampuannya dengan anak anak lain. Allah Azza Wa Jalla menilai, seberapa sih usaha kita, bukan seberapa dari hasil nya, makanya dalam hadits disebutkan di situ: "Barangsiapa yang menempuh jalannya menuntut ilmu "

Bukan barang siapa yang mendapat nilai 💯, atau barang siapa yang anaknya cepet-cepetan dapat hafalan 5 juz di usia 3 thn, nggak disebutkan,, nggak disebutkan juga barangsiapa yang berhasil menuntut ilmu, menghafal sekian dan sekian, nggak gitu yaa.. Tapi barangsiapa yang menempuh jalannya menuntut ilmu: artinya usahanya, usahanya seberapa besar gitu .. Mungkin malah seorang yang tertatih tatih mendidik anaknya, ditalkin nggak bisa bisa, diajari baca nggak bisa bisa,, mungkin dia justru meraih pahala yang lebih besar dari kesabarannya, pahala yang lebih besar dari dedikasinya, mengalokasikan waktu nya yang banyak dia gunakan untuk mengajari anak anak nya. Dibanding dengan ibu yang sudah mengajarkan anak nya lebih lancar, anaknya memang pintar gitu yaa,, dalam waktu sebentar saja, dia sudah bisa mengajarkan anaknya membaca atau menghafal atau yang lainnya, maka fokus saja sama proses yang sedang kita jalani ,, sambil mengharapkan pahala dari Allah Azza Wa Jalla.


🌹 16. BUKAN BIDADARI BUKAN MALAIKAT

      Kita ini bukan bidadari dan juga bukan Malaikat. Jadi juga jangan kita merasa harus sempurna dalam melaksanakan peran kita, *menyadari bahwasanya kita manusia biasa bahwasanya kitapun punya kekurangan* 


# iringilah amal buruk dengan kebaikan

Karena kita bukan bidadari dan juga malaikat, tentunya kita punya dosa, kita melakukan kesalahan terkadang kita nggak sabar, kita ngomelin anak terkadang nggak sabar terkadang kita kita khilaf, terkadang kita tidak melaksanakan tugas tugas dengan baik . *Nah inilah Islam memberikan solusinya yaitu iringilah perbuatan buruk dengan kebaikan, maka itu akan menghapuskan.* Jangan lupa kemaren sudah mengabaikan, sekarang mengabaikan lagi, kalau kemarin itu mengabaikan, sekarang itu berusahalah mengurangi itu, jauh lebih perhatian. Kemaren kita nggak ngajarin anak, kita berusaha untuk yang berikutnya itu diiringi dengan kebaikan.

🌹 17. OJO BANDING BANDINGKE (JANGAN MEMBANDING BANDINGKAN)

    Jangan membanding bandingkan diri kita dengan ibu yang lain, atau diri kita dengan buku. Kan yang di buku itu yang ditulis idealnya. Nggak mungkin dong di buku itu yang ditulis yang tidak ideal. Karena harapannya untuk memotivasi orang orang untuk mendapatkan standard yang terbaik.

🌹 18. URIP IKU MUNG SAWANG SINAWANG ( HIDUP ITU HANYA SALING MEMANDANG KEHIDUPAN SATU SAMA LAIN)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

Jika salah seorang diantara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan Bentuk rupa ( Al Khalq) , maka lihatlah orang yang di bawahnya.

( HR.Buhari dan Muslim) 

Ketika kita melihat anak kita dengan anak orang lain yang pencapaiannya bagus, mungkin dia di pencapaian yang lain tidak sebagus anak kita , jadi yaa tidak usah terlalu silau dengan pencapaian orang lain, kita fokus di jalan kita, kita fokus dengan cara yang untuk kita dan untuk anak kita.


🌹 19. PASTI DIUJI

Ingatlah setiap yang mengaku beriman akan diuji.

"Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan begitu (saja) mengatakan: " Kami telah beriman." Sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sungguh Kami telah menguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang berdusta."

( QS. Al Ankabut : 2-3)

         Apakah mereka tidak diuji? . Mereka akan diuji sampai mereka benar benar kelihatan mana yang jujur dan mana yang dusta keimanannya.


🌹 20. OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN👉 ( JANGAN MUDAH TAKJUB, JANGAN MUDAH MENYESAL, JANGAN MUDAH INGIN DIPUJI)

    Jadi ketika melihat orang lain jangan kaget ( takjub) , ketika mereka jauh melejit, nggak usah kaget, tentunya dia juga punya kesulitan kesulitan yang kita tidak tahu.


🌹 21. EACH MOM HAVE HER OWN BATLE

 Ketahuilah bahwasanya setiap ibu punya Medan pertempuran sendiri.

Jangan hancurkan kebahagiaan dan pengorbanan ibu manapun

Don't Compare with others, don't Compare with ours


Setiap ibu mempunyai Medan pertempuran masing masing, jadi ketika seorang tidak diuji dengan anak anak yang susah dididik atau susah diajari, yaa mungkin diuji dengan suaminya, dia diuji dengan sakit, atau dengan yang lain yg mungkin kita nggak ngerti. Jangan silau dengan pencapaian yang lain tapi juga jangan kita bersantai Santai, mentang mentang kita tidak membandingkan bandingkan terus kita tidak termotivasi untuk berbuat lebih baik. Bukankah kita ini sedang dinilai seberapa banyak usaha kita. Seberapa banyak kita dalam mengusahakan kebaikan kebaikan untuk keluarga kita. Ya udah kita fokus berlomba lomba dengan diri kita sendiri untuk mencapai pahala yang terbaik dalam setiap proses, setiap tahapan yang kita lalui.


      🌹 22. BUKAN LOMBA

Jadi orang tua jangan terlalu tegang seperti kejar target, Rileks saja. Mendidik anak bukanlah perlombaan. Bukan tentang siapa anak yang lebih bisa dulu atau lebih banyak, juga bukan persaingan: " Kalau anak dia bisa, anakku juga harus bisa".

         Menjadi ibu bahagia bahwasanya kita harus tahu, bahwa kita ini tidak sedang balapan lari dengan ibu yang lain, kita harus memahami bahwasanya yang tahu tentang target anak kita, yaa kita sendiri bukan orang lain.

     🌹 * 23. BUKAN SUPER MOM

     Sesuaikan porsinya, sesuaikan waktu nya. Sesungguhnya tubuh kita juga punya hak atas diri kita. Jadi ketika kita memaksimalkan diri dalam menjalani peran peran kita, kita juga harus tahu, bahwasanya tubuh kita ini punya hak kita pahami, kapan kita butuh istirahat. Kalau ibu kurang istirahat akhirnya urung uringan , merasa capek , akhirnya badannya sakit, susah untuk bahagia, susah untuk benar benar menghayati peran kita, karena kita terlalu memporsir tubuh kita, kita tidak memberikan hak untuk istirahat untuk tubuh kita.


🌹 24. HENDAKNYA MUHASABAH

         Kenapa sih kok rumput tetangga lebih hijau ,, kenapa sih itu anaknya kok nurut nurut, kenapa sih kok anaknya sadar beribadah, OOO, ternyata tetangga ini rajin shalat Dhuha, ee kita masih aja tidur, Nah itulah yang harus kita muhasabah, jadi jangan lantas yaa udahlah aku suka sama rumahku sendiri, ( nggak) tapi kita juga ngambil oooo, ternyata si ibu itu bagus mendidiknya, karena dia mencurahkan seluruh perhatian nya, itulah yang kita ambil contoh kita berusaha untuk mencontoh yang baik baik.


☘️✍️ BERSEMANGATLAH ATAS HAL HAL YANG BERMANFAAT BAGIMU , MINTALAH PERTOLONGAN KEPADA ALLAH AZZA WA JALLLA DAN JANGANLAH ENGKAU LEMAH.🤲

( HR. Buhari - Muslim)

Nah ini sekali lagi yaa..kita harus meminta pertolongan pada Allah Azza Wa Jalla.


                  PENUTUP

Semoga kita dimudahkan Allah Azza Wa Jalla untuk menjadi ibu yang bahagia dan Anak anak yang bahagia.



  ••••••••••••• *S E L E S A I* ••••••••••••



_Ditulis ulang oleh Ririn Ummu Abdillah di dalam grup WA Diskusi Parenting Sunnah_

Gabung kelas parenting sunnah


_Diedit oleh Khairunnisa Muflihunna Ummu Hafshah_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Curhat memulai homeschooling

Anak pendiam lebih mudah jadi sasaran?

MDM 5: Literasi Dakwah Muslimah