Siapakah Orang Bakhil?

 من البخيل؟


ليس البخيل الذي يبخل بماله فقط، لكنه الذي يبخل بإبداء مشاعر الشكر لمن أعانه أو أسدى إليه معروفا، أو وقف بجانبه في لحظة احتياجه وضعفه؛ فالناس ليسوا جميعا بحاجة إلى النقود، لكنهم يحتاجون في عديد من المواقف لابتسامة رضى، و كلمة عرفان، ومشاعر نبل.


يحتاج من قام بواجبه أن تقول له: أحسنت بما فعلت. ويحتاج الكثير من الجنود المجهولين في معركة الحياة، والذين تعورت نفوسهم على الوفاء والشهامة أن يقال لهم بصوت مرتفع: أحسنتم… حتى الشخص الذي كان نصيبه خدمتك يحتاج إلى أن تقول له بين الحين والآخر: إنك تقدر إخلاصه وجهوده وتعتذر عن إزعاجه.


هي (كلمات) لا تكلف قائلها شيئا، لكنها تفعل فعل السحر في غيره وتدفع به إلى مزيد في العطاء والبذل والإخلاص، (فالمناصب، والمال، والبروز) كثيرا ما تصيبه عين عبئا على صاحبها إن لم يواكبها إحساس صادق بالجهود المبذولة وعرفان تام بما يقدم له، ورغبة ملحة بتقديم التشجيع والثناء لمن يستحقه."


Siapakah orang bakhil?


"Bakhil bukanlah orang yang bakhil hanya dengan hartanya, tetapi dia adalah orang yang bakhil dalam mengekspresikan rasa syukur kepada orang yang membantunya, memberikan kebaikan kepadanya, atau berdiri di sisinya saat ia membutuhkan dan dikala ia lemah; karena tidak semua orang membutuhkan uang, tetapi mereka membutuhkan senyum penuh keridhaan, kata-kata terima kasih, dan perasaan kebaikan/ penghargaan.


Mereka yang melakukan kewajibannya perlu diucapkan: ‘Anda telah berbuat baik’. Dan banyak prajurit yang tak dikenal dalam pertempuran kehidupan, yang jiwa mereka terluka oleh kesetiaan dan keberanian, perlu diucapkan dengan lantang: ‘Anda telah berbuat baik’... Bahkan orang yang mendapat porsi pelayanan dari Anda perlu diucapkan sesekali: ‘Sesungguhnya Anda menghargai keikhlasan nya dan usahanya serta meminta maaf atas gangguannya’.


Kata-kata ini tidak membebankan bagi yang mengucapkannya, tetapi mereka melakukan keajaiban pada orang lain dan mendorongnya untuk lebih banyak memberi, berkorban, dan setia. Jabatan, uang, dan popularitas sering kali menjadi beban bagi pemiliknya jika tidak disertai dengan perasaan yang tulus tentang usaha yang dilakukan dan penghargaan penuh atas apa yang diberikan kepadanya, serta dorongan kuat untuk memberikan dukungan dan pujian kepada yang pantas mendapatkannya.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Curhat memulai homeschooling

Anak pendiam lebih mudah jadi sasaran?

MDM 5: Literasi Dakwah Muslimah